Anna, 31 tahun, melakukan suntik silikon di beberapa bagian wajahnya. Harapannya, agar bisa tampil lebih cantik. Tapi, hasil yang ia dapat justru sebaliknya. Bukan hanya wajah, tapi hidupnya pun turut hancur!
[sociallocker]Tak pernah terbayangkan sebelumnya kalau saya akan melakukan permak wajah. Sebetulnya, saya sudah cukup puas dan percaya diri dengan Wajah dan penampilan yang saya miliki. Dulu saya punya prinsip, cantik itu sama dengan bersih. Tubuh dan kulit terawat, dan yang terpenting, hati juga bersih sehingga bisa memancarkan kecantikan dari dalam. Entah kenapa suatu hari saya tergerak mempercantikpenampilan dengan melakukan suntik silikon pada hidung, pipi dan dagu saya.
Tapi akibatnya di luar dugaan. Hasilnya sangat buruk! Yang terparah, hidung saya jadi bengkak, merah, dan sakit secara permanen. Saya pun memutuskan untuk kembali dioperasi untuk membuang silikon itu. Dan harga yang saya harus saya bayar jauh berlipat dan' harga penggarapan awalnya! Semua telah terjadi, dan kini saya hanya bisa menyesal.
[caption id="" align="aligncenter" width="319"]
Berawal Dari Ajakan Ibu
Sebagai wanita yang berpendidikan, seharusnya saya bisa berpikir lebih logis atau tergiur iming-iming yang tak masuk akal. Apalagi saya juga pernah membaca kisah-kisah operasi kecantikan dengan silikon yang berakibat fatal. Semuanya berawal tahun 2000, saat ibu bercerita soal kenalannya yang punya salon kecantikan di Jakarta Timur. Pemilik salon ini, sebut saja Tante Yeyen, menawarkan permak wajah berharga murah. Untuk sekali suntik dengan 1 ampul silikon cair, harganya cuma Rp500.000,-. Profesi Tante Yeyen memang bukan dokter, tapi ia bilang obat-obatan yang ia dapat berasal dari kawan-kawannya yang dokter. Lucu juga kalau dipikir belakangan, kenapa waktu itu saya sama sekali tak ambil pusing dengan hal ini. Saya tetap tertarik, apalagi ibu mengatakan kalau ia ingin mencoba perawatan untuk menghilangkan kerut-kerut di pipinya. Saat ia mengajak saya, saya sama sekali tak menampik jujur saja, sejak lama saya kurang puas dengan bentuk hidung saya yang mungil. Saat pergi ke salon itu, tujuan utama saya adalah membuat hidung saya jadi lebih mancung. Di sana saya melihat sudah banyak orang antri, rata-rata ibu-ibu, perempuan muda seperti saya, bahkan remaja pun ingin diperrnak wajahnya. Saat melihat Tante Yeyen, saya sempat merasa aneh. Hidung dan dagunya kelihatan tak wajar. Ia bercerita kalau ia menyuntikkan sendiri silikon di bagian-bagian wajahnya. Tak tanggung-tanggung, masing-masing 5 ampul silikon. Dosis yang lumayan tinggi! "Peringatan" berupa intuisi tak menyurutkan langkah saya. Sudah terlanjur datang ke situ, saya lanjutkan saja niat mempercantik diri ini. Saya hanya membatin, mungkin hasil di wajah Tante Yeyen kurang sukses karena ia pakai dosis silikon terlalu banyak. Saya pun minta Tante Yeyen menyuntikkan l ampul saja. Beberapa saat setelah disuntik, hasilnya tampak bagus dan sesuai harapan. Saya pun kembali ke salon untuk menambahkan lagi silikon agar hasilnya makin sempurna. Selain itu, saya juga jadi ingin mempennak bagian pipi dan dagu saya. Tapi untuk bagian-bagian tersebut, saya minta hanya disuntik dengan dosis setengah ampul silikon. Saya membayangkan, setelah ini tentu wajah saya tampak lebih segar dan kencang.
Kebahagiaan saya punya wajah yang sempuma ternyata tak berlangsung lama. Kira-kira satu setengah tahun kemudian, bagian wajah saya yang dipennak itu menunjukkan tanda-tanda aneh. Bagian-bagian wajah yang disuntik silikon lama-lama merah, membesar, dan bila dipegang terasa sangat sakit. Dan bukan cuma saya yang merasakan hal itu, tapi ibu saya juga. Ibu lebih kasihan lagi, karena ia disuntik
dengan dosis yang lebih banyak di seluruh bagian wajalmya. Semakin lama wajah saya (dan ibu) tampak semakin aneh. Hidung saya yang membesar dan merah seperti paruh burung kakaktua tampak sangat buruk dan ganjil. Saya pun mulai ketakutan. Apa yang kemudian terjadi bagaikan mimpi buruk saja.
Pacar saya mulai curiga dengan pembahan yang terjadi pada wajah saya. Dia pun mulai melancarkan aksi interogasi. Tapi saya selalu mengelak dan berdalih macam-macam. Memang, sebelumnya saya tak pernah menceritakan niat saya padanya soal permak wajah ini, karena saya tahu dia pasti menentang keras! Saya juga tak bercerita pada anggota keluarga yang lain, termasuk ayah dan kakak perempuan saya. Tindakan yang saya lakukan bersama ibu adalah rahasia di antara kami berdua.
Akhirnya, saya dan ibu kembali ke salon untuk mengkonsultasikan hal itu. Tante Yeyen bilang, itu cuma efek sementara. Ia juga juga berjanji mengobati dengan suntikan penetralisir. Tapi, sampai berulangkali dilakukan, tak ada perubahan yang baik. Ibu saya jadi khawatir dan mengajak saya ke seorang dokter ahli bedah plastik di Bandung. Saya sempat dua kali dioperasi untuk mengeluarkan silikon. Sang dokter juga memasang silikon padat dalam hidung saya agar bentuknya bagus. Tapi bukannya bagus, hidung saya malah tambah besar dan aneh. Biaya operasi itu menghabiskan dana sekitar tujuh juta rupiah! Setelah operasi di itu, saya sempat sedot silikon lagi di Bandung tempat seorang pakar alternatif. Konon ia terkenal bisa menyembuhkan orang-orang yang mengalami kegagalan permak wajah seperti saya. Sekali sedot saya harus mengeluarkan dana 500 ribu rupiah, dan itu tak bisa sekali jadi, tapi harus berkali-kali. Sang pakar altematif menyarankan agar silikon padat di hidung saya diangkat.
Sayangnya saya lalu keburu menikah, pindah ke luar kota, dan hamil, sehingga saya tak bisa melanjutkan pengobatan.
Berobat Ke Malaka
Saya juga mulai terbuka dengan suami. Ia menyuruh saya kembali berobat, kali ini ke Malaka. Setelah melahirkan anak pertama, saya berangkat diantar ibu mertua saya, kembali dioperasi. Silikon padat dan cair dalam hidung saya dikeluarkan dan dagu saya disuntik supaya kembali ke bentuk semula. Dana yang saya habiskan sekitar 4000 ringgit (atau sekitar 10 juta rupiah).
Dan saya juga harus cek up lagi sekitar 2 bulan kemudian untuk kembali dioperasi. Operasi kedua menghabiskan dana 2000 ringgit (sekitar 5 juta rupiah). Syukurlah hasil operasinya bagus. Yang penting hidung, pipi dan dagu saya telah kembali ke bentuk semula. Sebenarnya, proses pengobatan itu belum selesai. Saya baru sembuh sekitar 75%. Tapi saya keburu kembali hamil anak kedua sehingga tak bisa melanjutkan perawatan. Saya akan meneruskan nanti setelah bayi saya lahir.
Kalau dihitung-hitung saya sudah mengeluarkan uang 30-40 juta untuk berobat termasuk operasi dan sedot silikon. Dana yang tidak sedikit!
Saya tidak bisa menyalahkan siapa-siapa. Peristiwa yang telah terjadi merupakan pelajaran berharga yang akan terus saya ingat sepanjang hidup saya.[/sociallocker]
salam kenal, kita mempunyai cerita yang sama, hanya saja awalnya 2 minggu sebelum resepsi pernikahan mama membawa org untuk bw sy kesalon, iming iming supaya nanto hasil fotonya bagus jadi hidungnya di tinggikan sedikit. efeknya banyak sekali, selama bertahun2 cari bedah plastik tdk ada di Samarinda jd sy putus asa. nah 2 minggu ini sy serasa ingin berhenti bekerja krn malu hidung bengkak, setiap ada tamu selalu bertanya "kenapa hidungnya mbak" huufft.. akhirnya dpt rujukan dr dokter kulit ke Balikpapan. Nah Besok lusa tepatnya Jumat jam 5 hidung sy akan di operasi unt mengeluarkan sebagian silikon tsb, tp sayangnya kata dokter pada bagian luar yg telah memerah membeku sdh tdk bisa di perbaiki atau diangkat dari dalam, jd akan tetap memerah seperti itu.
ReplyDeletekalau boleh tau mbak di hidungnya ada bekas merah terlihat bening tidak ?
mohon di sharing ya mbak. Makasih
Salam kenal mba, ternyata kisah kita hampir sama. Mba, sy perlu informasi mengenai klinik yg di Malaka bisa kirim via japri mba, tq
ReplyDeleteSy mengalami hal yang hampir serupa.. Dan berniat untuk membuang silicone. Mohon info alamat sedot silicone di Bandung.. Thk before
ReplyDeleteKorban silicon dapat ditangani di RS. Bungsu Jln. Veteran No. 6 Bandung
ReplyDeleteSalam kenal mbak,bisa minta info klinik di malaka?
ReplyDeleteEmail aku hioe.liechen@gmail.com
Trima ksh
Mba, mohon info klinik yg di malaka..thx b4
ReplyDeletesalam kenal mbak .untuk RS bungsu yg d bandung itu apkh bisa mnyedot slikon kl ia tk mmbuat iritasi dn infeksi? tp cm bntuk hidung yg jadi tmbh mmbesar dan mlebar sj .apkh itu jg bs di sedot dsna ?
ReplyDeletedan mohon info alamat yg untuki penyedotan di tempat alternatifnya itu mbak .sblmnya sy ucapkn trmkasih untuk bntuan nya
salam kenal mbak .untuk RS bungsu yg d bandung itu apkh bisa mnyedot slikon kl ia tk mmbuat iritasi dn infeksi? tp cm bntuk hidung yg jadi tmbh mmbesar dan mlebar sj .apkh itu jg bs di sedot dsna ?
ReplyDeletedan mohon info alamat yg untuki penyedotan di tempat alternatifnya itu mbak .sblmnya sy ucapkn trmkasih untuk bntuan nya